Sabtu, 18 Agustus 2012

" Keteladanan RASULULLAH S . A . W " *3


♥  H U M O R ? ala Rasulullah aja kali..

Hai yang lagi baca..

Suka humor gak..?

Suka kan..?
Bingung mau cari bahan leluconnya apa..?

Contoh humornya Rasulullah aja, yuk..?!

Ini diaa.. 

- Seseorang sahabat mendatangi Rasulullah SAW, dan dia meminta agar Rasulullah SAW membantunya mencari unta untuk memindahkan barang-barangnya. Rasulullah berkata: “Kalau begitu kamu pindahkan barang-barangmu itu ke anak unta di seberang sana”.
Sahabat bingung bagaimana mungkin seekor anak unta dapat memikul beban yang berat. “Ya Rasulullah, apakah tidak ada unta dewasa yang sekiranya sanggup memikul barang-barang ku ini?”
Rasulullah menjawab, “Aku tidak bilang anak unta itu masih kecil, yang jelas dia adalah anak unta. Tidak mungkin seekor anak unta lahir dari ibu selain unta” Sahabat tersenyum dan dia-pun mengerti canda Rasulullah.
 
- Suatu ketika, Rasulullah saw dan para sahabat r.a sedang ifthor. Hidangan pembuka puasa dengan kurma dan air putih. Dalam suasana hangat itu, Ali bin Abi Tholib r.a timbul isengnya. Ali r.a mengumpulkan kulit kurma-nya dan diletakkan di tempat kulit kurma Rasulullah SAW.
Kemudian Ali r.a dengan tersipu-sipu mengatakan kalau Rasulullah SAW sepertinya sangat lapar dengan adanya kulit kurma yang lebih banyak. Rasulullah SAW yang sudah mengetahui keisengan Ali r.a segera “membalas” Ali ra dengan mengatakan kalau yang lebih lapar sebenarnya siapa? (antara Rasulullah SAW dan Ali r.a). Sedangkan tumpukan kurma milik Ali r.a sendiri tak bersisa. (HR. Bukhori)


*Ya Rasuul.. 

betapa ceria Engkau di mata sahabat dan kaummu, READERS..!*
  

" Keteladanan RASULULLAH S . A . W " *2


♥ K E S A B A R A N . . . . 

Subhanallah...! 

Kesabaran Rasul Allah ini memang luar biasa..!

Ini dia beberapa contoh kesabaran Rasulullah,

Disimak ya..!

- Kesabaran Rasulullah tatkala menjadi yatim, dalam kefakiran, kemiskinan, kelaparan, kebutuhan, kelelahan, kedengkian, dan penindasan musuh yang datang sesekali. Beliau bersabar sewaktu diusir dari bangsanya, diusir dari rumahnya, dan jauh dari keluarga.



- Kesabaran Rasulullah atas pembunuhan kerabatnya, penangkapan para sahabat-sahabatnya, pengusiran para pengikutnya, pengusiran para pengikutnya,permusuhan dari musuhnya, persatuan musuh dan orang-orang yang memeranginya, kebencian orang-orang yang mempunyai kepentingan, kesombongan para penindas, kekasaran orang Badui, makar orang Yahudi, kesombongan orang nasrani, keburukan orang munafik, dan kemadharatan dari orang-orang yang memusuhi.



- Kesabaran Rasulullah  atas perangai buruk tetangga dekat dan sikap permusuhan tetangga yang jauh, paksaan orang yang batil, dan kezhaliman para pembohong. Beliau bersabar atas dunia dengan segala perhiasannya dan keindahannya serta emas dan peraknya, tidak tertarik sedikitpun dengan dunia.



- Kesabaran Rasulullah atas tantangan para penguasa, ancaman para penguasa, ancaman para pejabat, dan syahwat para pemimpin. Beliau berpaling dari semua itu untuk mencapai keridhaan Allah Ta'ala.
Rasulullah SAW adalah orang yang sabar, penuh perhitungan dalam setiap tindakan dari berbagai tindakan dalam kehidupannya, maka sabar adalah baju, tameng, sahabat, dan sekutunya.


*luar biasa bukan kesabaran Beliau..?!! WAJIB KITA TELADANI ya..!*


" Keteladanan RASULULLAH S . A . W " *1


♥ K E S E D E R H A N A A N . . . .

Siapa yang masih berani meragukan kesederhanaan Rasulullah..?!! 

Salah besar jika kalian masih meragukan Kesederhanaan Beliau..!!

Nah, saya punya beberapa cerita yang membuktikan sifat sederhana Beliau, loh..!

Mari kita simak.. 

- Suatu hari ‘Umar bin Khatthab r.a. menemui Rasulullah SAW di kamar beliau, lalu ‘Umar mendapati beliau tengah berbaring di atas sebuah tikar usang yang pinggirnya telah lapuk. Jejak tikar itu membekas di belikat beliau, sebuah bantal yang keras membekas di bawah kepala beliau, dan jalur kulit samakan membekas di kepala beliau. Di salah satu sudut kamar itu terdapat gandum sekitar satu gantang. Di bawah dinding terdapat qarzh (semacam tumbuhan untuk menyamak kulit).
Air mata ‘Umar bin Khatthab r.a. meleleh. Ia tidak kuasa menahan tangis karena iba dengan kondisi pimpinan tertinggi umat Islam itu. Rasulullah SAW melihat air mata ‘Umar r.a. yang berjatuhan, lalu bertanya “Apa yang membuatmu menangis, Ibnu Khatthab?”
‘Umar r.a. menjawab dengan kata-kata yang bercampur-aduk dengan air mata dan perasaannya yang terbakar, “Wahai Nabi Allah, bagaimana aku tidak menangis, sedangkan tikar ini membekas di belikat Anda, sedangkan aku tidak melihat apa-apa di lemari Anda? Kisra dan Kaisar duduk di atas tilam dari emas dan kasur dari beludru dan sutera, dan dikelilingi buah-buahan dan sungai-sungai, sementara Anda adalah Nabi dan manusia pilihan Allah!”
Lalu Rasulullah SAW menjawab dengan senyum tersungging di bibir beliau, “Wahai Ibnu Khatthab, kebaikan mereka dipercepat datangnya, dan kebaikan itu pasti terputus. Sementara kita adalah kaum yang kebaikannya ditunda hingga hari akhir.
Tidakkah engkau rela jika akhirat untuk kita dan dunia untuk mereka?”
‘Umar menjawab, “Aku rela.” (HR. Hakim, Ibnu Hibban dan Ahmad)


- ‘Umar berkata, “Wahai Rasulullah, sebaiknya Anda memakai tikar yang lebih lembut dari tikar ini.”
Lalu, Rasulullah SAW menjawab dengan khusyuk dan merendah diri, “Apa urusanku dengan dunia..?? Perumpamaan diriku dengan
dunia itu tidak lain seperti orang yang berkendara di suatu hari di musim panas, lalu ia berteduh di bawah sebuah pohon, kemudian ia pergi dan meninggalkannya.” (HR.Tirmidzi)



*Betapa Rasulullah SAW sangat sederhana.
Ia menyadari bahwa akhirat jauh lebih berharga daripada dunia dan seisinya*.


Jumat, 17 Agustus 2012

Story "Lutung Kasarung" Telling


T h e . . N A R R A T I V E ♥

  Prabu Tapa Agung had led a kingdom in West Java for a long time. He was getting old and therefore wanted to choose a successor.


  Unfortunately he had no son. He thought of choosing one of his daughters, Purbararang and Purbasari. But it wasn’t an easy choice. They were both very preety and smart.



  The only difference of Purbararang and Purbasari was their tempraments. Purbararang was rude and dishonest, while Purbasari was kind and caring. With those consideration Prabu Tapa Agung choose Purbasari to be his successor.


  Purbararang didn’t agree with her father’s decision. And she think, she must to do something. In one night she went to witch she ask to her how to send rash to all over Purbasari’s body.



  And it’s true, in the same night before going to bed Purbasari suddenly feel very itch and tried to applying powder to her body, but it’s not use.



  In the next morning the kingdom was scandalized. After a short discussion with his advisor, Prabu Tapa Agung  finally oredered Purbasari to be moved to the woods.



  Of course, Purbasari feel very sad, but she couldn’t do anything that can made change her father oredered. She was accompanied to the woods by a messenger, he built a simple hut for Purbasari. 



  After the messenger left, suddenly a black monkey came to Purbasari’s hut. He carried a bunch of bananas. Finally, the black monkey and Purbasari is friendship in the woods.



  One night on a full moon, the black monkey took Purbasari to a valley. There is a pond with hot spring water. And the monkey suddenly spoke to command Purbasari bathed in there. So Purbasari bathed in that pond.



  After a few hours , Purbasari walked out of the pond. She was shocked to see her face reflected on the clear pond water. Her face beautiful again..! with smooth and clean skin. Purbasari shouted in joy. She qiuckly offered thanks to the God and also to the black monkey.



  After Purbasari cured, the black monkey discourage her to be his wife. And remember of monkey’s kindness to her, so also Purbasari agree to be his wife.



  After that, suddenly the black monkey transformed into a very handsome young man. The revealed the black monkey is a prince from a kingdom far away. He was cursed to be a monkey because of a mistake he’s commited. And could regain his true form only if there’s a girl who would be willing to be his wife.



  The news of Purbasari’s condition quickly spread to the kingdom, irritating Purbararang.



  Finally, Purbararang gave up. She accepted Purbasari as queen, and also confessed everything she had done then say sorry to her. Instead of being angry, Purbasari smiled and forgive all Purbararang and Indrajaya’s mistakes to her.



  Beside her was the handsome prince, the former monkey known as ..“Lutung Kasarung”.


 

Q U O T E S . 1


♥ MY QUOTES . I
♥ Letting someone else detine who you are,

causes you to be less than ;

LESS THAN YOUR TRUE SELF ;

LESS THAN Y O U ;

you are SMART, STRONG, and STUNNING !

YOU ARE EVERYTHING !!

just B E – Y O U R S E L F :) ♥